![]() |
| Salah satu kegiatan Banser Ansor saat kegiatan Apel Banser Ansor se-Sulsel di kabupaten Wajo beberapa waktu lalu |
PMII Wajo – Ketua
Ansor Wajo, Abdul Malik sangat mengharapkan seluruh kader Banser bisa menjadi
tulang punggung negara dalam menjaga toleransi dan meneguhkan Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).
Hal itu diungkapkannya saat dikonfirmasi di
sela-sela persiapan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser Ansor Wajo di sekretariat
PMII Komisariat STAI As’adiyah, jalan Bau Baharuddin Sengkang, Rabu (4/1/2016).
“Kader Banser lepasan DTD ini nantinya diharapkan menjadi salah satu tulang punggung negara dalam menjaga toleransi dan meneguhkan NKRI. Mengingat dewasa ini telah dan sedang terjadi kemerosotan nilai2 kebangsaan,” harapnya.
Dirinya menilai, saat ini organisasi radikalisme dengan
sistematis melakukan gerakan-gerakan yang mengindikasikan ketidaksetiaan
terhadap Pancasila dan NKRI.
“Toleransi antar suku agama dan ras menjadi tanggung jawab kita bersama, termasuk Banser Ansor NU yang sejak sebelum Indonesia ini merdeka telah berkiprah dalam usaha merebut dan mempertahankan NKRI,” tegas Abdul Malik.
Ditambahkannya, Banser Ansor merupakan sebuah organisasi
sayap atau badan otonom Nahdlatul Ulama (NU). Ditegaskannya, salah satu tugas
Banser Ansor NU adalah menjaga NKRI dan Ulama sampai kapanpun.
| Apel Banser Ansor se-Sulsel di lapangan Merdeka Sengkang |
Sementara itu, ketua panitia, Muammar mengatakan, DTD Banser
Ansor ini akan dilaksanakan di tengah padatnya jadwal DTD Banser Ansor di
Sulsel.
“Untuk Wajo insya Allah tanggal 12-15 Januari 2017. Itu pun setelah melakukan negosiasi alot dengan DPW Ansor Sulsel. Insya Allah, DTD Banser Ansor ini akan dihadiri oleh beberapa kalangan dari pejabat, tokoh ulama, dan tokoh pemuda Wajo dan Sulsel,” tutur Muammar yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Wajo ini.
Muammar menambahkan, DTD ini bakal dilaksanakan di kompleks
pondok pesantren As'adiyah jalan Veteran Sengkang. Adapun peserta yang hadir
berdasarkan undangan panitia, baik undangan pribadi maupun undangan ke
institusinya
(Fhyr)
